Tadi saya
sebutkan bahwa salah satu fungsinya adalah untuk membentuk struktur website.
Alasannya karena halaman yang mendapatkan banyak internal link akan dianggap
sebagai halaman pokok oleh mesin pencari.
Dalam
panduan off-page SEO ini
saya menjelaskan pentingnya link, internal link juga termasuk di dalamnya.
Setiap
lingkaran menunjukkan satu halaman website dan garis menunjukkan link.
Semakin besar lingkarannya, semakin besar pula otoritas dari halaman tersebut
(karena linknya banyak).
Struktur
seperti ini bagus karena ditunjukkan jelas konten mana yang
utama serta konten-konten mana yang terkait dan mendukung si konten
utama tersebut. Berkat ini, pengunjung dan mesin pencari dapat dengan
mudah mengeksplorasi situs.
Konten utama
ini banyak dihubungkan dan menghubungkan konten lain.
SUMBER: http://panduanim.com/struktur-internal-link/
Internal
link adalah tautan (link) yang mengarah dari suatu halaman ke halaman
lain di website yang sama. Sementara external link atau backlink berasal dari
luar website.
Ada 3 tujuan
utama dari link dalam website:
- Memudahkan navigasi pengunjung
- Membentuk struktur website
- Mendistribusikan otoritas ke halaman
lain website
Jadi, kalau
di website anda ada 1 halaman yang memiliki otoritas tinggi (karena backlink),
anda bisa mendistribusikan kekuatannya ke halaman lain. Inilah pentingnya
internal link.
SUMBER :
-http://panduanim.com/struktur-internal-link/
Posisi sebuah navigasi ternyata
turut menentukan sukses atau tidaknya sebuah navigasi. Pada posisi yang tepat,
sebuah navigasi dapat membuat pengunjung lebih mudah menelusuri situs Web.
1. Top Navigation (Navigasi di atas)
Navigasi ini cocok diterapkan pada situs-situs portal dengan banyaknya
menu atau fasilitas yang ditawarkan. Navigasi ini cukup menghemat tempat
dibandingkan dengan navigasi pada bagian lain. Umumnya (pada situs portal),
navigasi ini hanya menggunakan teks tanpa icon atau image. Dikarenakan
menghemat tempat, kolom kiri atau kanan situs dapat digunakan untuk banner.
2. Left Navigation (Navigasi di kiri)
Bila menu situs Anda tidak begitu banyak, navigasi di sebelah kiri
lebih cocok dipergunakan. Navigasi pada posisi ini menawarkan banyak
kreasi-kreasi yang berlainan, Anda dapat menggunakan Icon atau animasi agar
lebih “eye-catching”. Pengunjung akan mudah terbiasa dengan tampilan menu di
bagian kiri, karena mereka sudah terbiasa dengan tampilan menu disebelah kiri
pada OS mereka.
3. Right Navigation (Navigasi di kanan)
Navigasi ini jarang dipergunakan untuk menu utama, biasanya bagian kanan
lebih sering dipergunakan untuk menampilkan fitur-fitur dari menu utama.
4. Free Navigation (Navigasi bebas)
Navigasi ini dapat terletak pada bagian-bagian lain dari
sebuah situs, navigasi ini sering dipergunakan pada situs-situs dengan
menggunakan animasi Flash. Saran saya dalam menampilkan navigasi ini, beri
penekanan pada pengunjung bahwa bagian tersebut adalah navigasi misalnya dengan
menggunakan movie yang berada disekitar navigasi, Anda dapat menggunakan cara
lain, yang terpenting tonjolkan navigasi tersebut.
Cara membuat Google Custom Search Engine (Pencarian Kustom Google) ini hasil praktek sebagai mana saya posting di Fasilitas Pencarian dengan Google Custom Search Engine.
Untuk membuat Google Custom Search Engine (atau diterjemahkan juga sebagai Google Penelusuran Ubahsuaian), ikuti langkah-langkah berikut:
- Login dengan menggunakan Google Account. Jika belum mempunyai Google Account, lakukan registrasi lebih dahulu.
- Masuk ke Google Custom Search Engine dengan alamat di www.google.co.id/cse.
- klik tombol Buat Custom Search Engine atau Buat Mesin Penelusuran Ubahsuaian yang ada di pojok kanan atas.
- Akan terbuka halaman baru (1. Konfigurasikan mesin telusur Anda).
- Lakukan konfigurasi mesin pencari yang akan dibuat dengan mengisi kolom-kolom yang tersedia. Mulai nama (di sini saya tulis: Pencarian Artikel Alamendah Via Google), deskripsi (saya tulis: Lingkungan Hidup, Flora (Tumbuhan), Fauna (Hewan), Isu Lingkungan, Indonesia), bahasa (saya pilih Indonesia), situs yang akan ditelusuri (bisa satu situs atau beberapa situs sekaligus. Di sini saya hanya mengisikan satu url blog yakni alamendah.wordpress.com), pilih edisi (gratis atau yang berbayar), dan jangan lupa beri contreng pada persetujuan layanan.
- Setelah terisi semua klik tombol “lanjut” di bagian bawah.
- Akan terbuka halaman baru (2. Coba saja).
- Sobat dapat memilih gaya dan tampilan, terdapat 6 gaya. Klik yang sobat sukai dan akan ditampilkan preview di bawahnya.
- Sobat dapat juga mencoba menggunakannya dengan mengetikkan keyword kemudian mengklik tombol seach.
- Klik “lanjut” di bagian bawah
- Terbuka halaman baru (3. Dapatkan kode). Di sini disediakan kode javascript untuk meletakkan kolom Google Custom Search Engine yang bisa diletakkan di side bar blog.
Sampai di sini mesin pencarian kita telah jadi. Untuk blog yang mendukung javascript dapat langsung menyalin kodenya dan memasangnya di sidebar.
Sayangnya untuk blog WordPress gratisan (WordPress.com) tidak bisa menggunakan kode javascript. Karena itu untuk memasang Google Custom Search Engine padawordpress.com dibutuhkan sedikit improvisasi.
- Masuk ke halaman “Panel Kontrol”. Caranya, dari halaman “3. Dapatkan kode” klik salah satu tulisan “Tampilan dan nuansa”, “dasar-dasar”, atau “tampilan dan nuansa” (berwarna biru) hingga terbuka halaman control panel, kemudian klik tulisan “Mesin telusur saya” yang ada di sudut kiri atas. Atau bisa dengan langsung mengetikkan alamat “www.google.co.id/cse/manage/all”
- Cari tulisan sesuai dengan nama mesin yang kita isikan sewaktu melakukan konfigurasi (sebagaimana saya jelaskan di langkah ke-5). Di situ saya memberikan nama” Pencarian Artikel Alamendah Via Google”
- Copy url pada tulisan tersebut dengan cara klik kanan maouse, kemudian “copy link location”.
Sekarang cara memasang di side bar Blog WordPress.
- Login dan masuklah ke dashbor blog. Pilih halaman “Widget”.
- Seret widget “teks” ke lokasi sidebar.
- Isikan kode berikut dalam widget teks tersebut:
<div style=”border:1px dotted #000000;background-color:#F5F5F5;width:200px;padding:5px;”>
<div style=”text-align:center;”>
Pencarian Artikel Alamendah’s Blog via Google </div>
- Ganti tulisan yang berwarna hijau sesuai keinginan.
- Ganti tulisan yang berwarna merah dengan url yang telah sobat copy sebagaimana langkah ke-3 di atas.
- Atur besar kotak / kolom sesuai dengan lebar sidebar dengan mengubah angka pada tulisan “width:200px;padding:5px”
- Klik tombol “Simpan” di bawah kotak teks.
Selesai, Custom Search Engine atau Mesin Penelusuran Ubahsuaian telah jadi dan siap digunakan.
Itu saja, semoga berguna.
SUMBER : https://alamendah.org/tips-blog/cara-membuat-google-custom-search-engine/
Dalam menciptakan sebuah website, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan struktur navigasi. Struktur Navigasi merupakan struktur atau alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan (rantai kerja) dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan Website.
Dibawah ini saya berikan contoh macam-macam struktur navigasi yang terdapat pada website. Materi ini saya sadur dari modul perkuliahan web programing Akademi BSI.
Macam-macam Struktur Navigasi pada Website:
- Struktur Navigasi Linier
Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut, yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada sruktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya.
Struktur Navigasi Linier
2. Struktur Navigasi Non-Linier
Struktur navigasi non-linier atau struktur tidak berurut merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur nonlinier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan nonlinier ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama yaitu tidak ada Master Page dan Slave Page.
3. Struktur Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki biasa disebut struktur bercabang, merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page (halaman utama pertama), halaman utama ini mempunyai halaman percabangan yang disebut Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman pendukung dipilih atau diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master Page (halaman utama kedua), dan seterusnya. Pada struktur navigasi ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linier.
4. Struktur Navigasi Campuran
Struktur navigasi campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu linier, non-linier dan hirarki. Struktur navigasi ini juga biasa disebut dengan struktur navigasi bebas. Struktur navigasi ini banyak digunakan dalam pembuatan website karena struktur ini dapat digunakan dalam pembuatan website sehingga dapat memberikan ke-interaksian yang lebih tinggi.
SUMBER : http://www.andre.web.id/2014/05/struktur-navigasi-website.html
Jenis Metadata :
Terdapat tiga jenis utama metadata ;
1.Metadata deskriptif menggambarkan suatu sumberdaya dalam maksud seperti penemuan dan identifikasi. Dia bisa meliputi elemen semisal judul, abstrak, pengarang, dan kata kunci.
2.Metadata struktural menunjukkan bagaimana kumpulan obyek disusun secara bersama-sama menjadi satu, semisal bagaimana halaman-halaman ditata untuk membentuk suatu bab.
3.Metadata administratif menyediakan informasi untuk membantu mengelola sumberdaya, semisal terkait kapan dan bagaimana suatu informasi diciptakan, tipe dokumen dan informasi teknis lainnya, serta siapa yang bisa mengaksesnya.
SUMBER : http://ardian-p-s-fisip10.web.unair.ac.id/artikel_detail-63139-Umum Metadata%20dalam%20Definisi,%20Fungsi,%20dan%20Jenisnya.html